[Bab Duapuluh] So Far, So Good for Indonesia


Oktober

Memasuki bulan Oktober, Arema Cronus akan menghadapi empat tim ISL, yakni bermain tandang melawan Gresik United dan Borneo FC. Selain itu, Arema juga akan menjamu Persebo dan Persis Solo.

Bertanding melawan Gresik, Arema kalah 1-2. Sedangkan saat bertandang ke Borneo FC, Arema hanya meraih hasil imbang 1-1. Meski mendapatkan hasil buruk di dua pertandingan awal, Arema bangkit dengan memenangkan dua pertandingan sisa, yakni melawan Persebo dan Persis Solo dengan skor sama, yakni 3-2.


November

Di bulan ini, Arema berlahan masuk ke 10 besar. Hasil ini didapat setelah dalam pertandingan di bulan ini, Arema tidak sekalipun mendapatkan kekalahan. Bertanding melawan Persija, Arema imbang 2-2. Sedangkan saat melwan PBR dan Sriwijaya, Arema berhasil unggul dari dua tim tersebut dengan skor masing-masing 2-1 dan 3-1.


Desember

Memasuki bulan Desember, Arema semakin tak terhentikan dan berhasil masuk di empat besar klasemen sementara ISL musim 2019/2020. Hal ini dikarenakan Arema berhasil menang di empat pertandingan di bulan Desember.

Di pertandingan pertama bulan Desember, Arema menang 2-1 atas Persiram. Kemudian menang melawan PSM 2-0, Semen padang 2-0 dan mengalahkan PSPS 2-1.

Slamet Purwoko menjadi buah bibir karena berhasil mencetak tiga gol di empat pertandingan terkahir sekaligus mencatatkan namaya sebabgai top skor Arema sementara dengan tujuh gol.


Klasemen Sementara

Sriwijaya berhasil menguasai klasemen dengan poin 34 total yang berhasil mereak raih dari 11 kali menang sekali imbang dan tiga kali kalah. Di posisi kedua, ada Persipura yang membuntut dengan beda satu poin saja. Persebaya dan Arema memiliki poin sama, yakni 32, namun Arema kalah head-to-head, sehingga harus puas berada di posisi keempat.


***

Di akhir tahun 2019 ini, Indonesia akan menghadapi tiga negara dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia. Adapun tiga negara tersebut, antara lain: Afganistan, Uzbekistan dan Tajikistan. Untuk menghadapi negara-negara tersebut, 23 pemain telah dipanggil, antara lain:

Kiper: Kurnia Meiga, Sphamandla Ntombela, Rivki Mokodompit.
Bek: Johan Alfarizi, Fachrudin Aryanto, Achmad jufriyanto, A. Rahman Lestaluhu, Vendry Mofu, Diego Michels, Agung Prasetyo.
Tengah: Arif Ferdiyansyah, Arthur Irawan, Stefano Lilipaly, Slamet Purwoko, Leroy Resodihardjo, Usep Rosid, Yericho Sanjaya, Andik Vermansyah, Dadang Alamsyah, Abdul Rahman Siregar, Hendro Siswanto, Ramdani Lestaluhu.
Depan: Ferdinand Sinaga.

Melawan Afganistan, Indonesia diluar dugaan mampu pesta gol. bermain tanang, Indonesia mencetak lima gol tanpa balas. Athur Irawan, pemain Arema berhasil mencetak gol pada menit ke-5. Lalu empat menit kemduian, Stefano Lilipaly berhasil menggandakan kedudukan Indonesia. Indonesia uggul 2-0. Babak pertama di tutup oleh gol cantik dari Slamet Purwoko di menit ke-42.

Di babak kedua, Indonesia tak puas dengan unggul 3-0 saja. Dadang Alamsyah dan Ramdani Lestaluhu berhasil menambah koleksi gol Indonesia menjadi 5-0.


Menghadapi tim kuat Uzbekistan, Indonesia berhasil mengimbangi perlawanan bekas negara Uni Soviet tersebut dengan skor akhir 2-2. Gelandang muda Uzbekistan mengejutkan Indonesia dengan gol cepat di menit ke-1. namun Dadang Alamsyah mampu mencetak gol guna mengimbangi Uzbekistan pada menit ke-25.

Kemudian, sebabai tuan rumah, Uzbekistan tak tinggal diam, lewat Laziz mereka mampu kembali unggul pada menit ke 33. Indonesia berhasil terhindar dari kekalahan berkat gol Leroy Resodihardjo pada menit ke 57. Hasil akhir Indonesia-Uzbeksitan imbang 2-2.

Menghadapi Tasjikistan, Indonesia terpleset. Menghadapi tim juru kunci, Indonesia kalah 1-2. Dengan ini Indonesia berada di peringkat kedua di bawah Uzbekistan. namun peluang Indoensia lolos masih besar karena masih akan menghadapi partai melwan Vietnam dan Uzbekistan pada tahun 2020 nanti.


Di tahun 2020 nanti, Indonesia khususnya Timnas U-23 akan mengikuti ajang Piala Asia, mampukah Indonesia berprestasi di ajang tersebut? Nantikan kisah selanjutnya. 

Post a Comment

أحدث أقدم