[Bab Sembilan] Pesta Gol, Timnas Indonesia U-23 Lolos Piala Asia U-23 2018

Memasuki bulan Juli 2017 di mana kosentrasi dibagi menjadi dua, yakni beberapa klub seperti Persija dan persib masih sibuk di ajang Afc 2016 dan juga dimulainya bursa transfer karena liga akan dimuali pada bulan Agustus nanti.

 

Sedangkan bagi Timnas Indonesia, khususnya U-23 akan menghadapi tiga pertandingan oenting untuk menentukan lolos tidaknya di ajang Piala Asia U-23 di tahun 2018. Tergabung bersama grup  G, Indonesia ditemani oleh Brunei, Timor Leste dan Kamboja. Dari grup tersebut, hanya satu negara yang bisa lolos ke Piala Asia.

 

Akhirnya terpilih 23 nama yang dipanggil untuk mengikuti ajang kualifikasi U-23 yang berlangsung di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.

 

Kiper: Catur Hakim, Rafi Murdianto, Riki Pamudi.

Bek: Mahdi Albaar, Hermansyah Kusuma, Nurul Rusli, Indra Sodikin, Zaenal sumantri, Sony Triyono, Jajang Yulianto.

Tengah: Dadang Alamsyah, Ian Aziz, Evan Dimas, Arif Ferdiansyah, Agung Hidayat, Rifki Miftahudin, Lorenzo Pace, Slamet Purwoko, Usep Rosid, Yericho Sanjaya, Abdul Rahman Siregar.

Penyerang: Idu Hidayar, Ali Yulianto.

 

Masing-masing klub-klub  yang paling banyak menyumbang pemain timnas, antara lain: Persib (4 pemain), PBR (3 pemain), Mitra Kukar (3 pemain), Persebaya (2 orang), Sriwijaya (1 orang). Persik (1 orang), Arema (1 orang), Gresik United (1 orang), Pro Duta FC (1 orang), dan Persipura (1 orang). Lazio (1 orang).

 

Indonesia Under 23s_ Squad Players

 

Dari nama-nama tersebut, banyak pemain yang sudah pernah menjalani caps Timnas Indonesia Senior, seperti Evan Dimas,  Lorenzo Pace dan Slamet Purwoko. Diharapkan, dengan adanya tiga pemain tersebut, dapat memacu permainan garuda-garuda muda untuk dapat lolos ke Piala Asia U-23.

 

***

 

Akhirnya hari yang ditentukan tiba, pertandingan pertama melawan Brunei U-23 menjadi tonggak penentuan apakah Timnas Indonesia U-23 mampu membuat banyak dalam ajang ini sekaligus menentukan bahwa pemain-pemain muda Indonesia mampu tampil di Piala Asia.

 

Pertandingan melawan Brunei pun dimulai, tak disangka, di detik 54 Indonesia sudah mampu unggul 1-0 lewat gol cepat striker U-21 Persib, Dadang Alamsyah. ia mampu menggandakan kedudukan lewat goal kedua yangia cetak di menit 18. Akhirnya di ujung babak pertama, ia mencetak hattrick. Indonesia menang 3-0 dan meraih tiga poin pertama.

 

Inbox_  Inbox-2 

Pertandingan kedua berlanjut. Kali ini melawan Kamboja. Tampil di Stadion Andi Mattalatta yang notabe rumah sendiri, Indonesia kembali tampil heroik dan berhasil menang dengan skor 3-0. Kali ini lewat gol yang dicetak masing-masing oleh  Dadang Alamsyah, Iwan Azis dan Usep Rosid. Pundi-pundi gol Dadang bertambah menjadi empat gol.

 

Inbox_  Inbox-10

 

Indonesia akhirnya dipastikan lolos karena mampu menang sebanyak dua kali, tetapi meski begitu Indonesia tak mau bermain santai melawan Timor Leste. Lorenzo Pace dkk di bawah asuhan Handy Fernandy, menginginkan poin penuh sekaligus untuk memberikan hiburan dihadapan pendukung setia Garuda Muda.

 

Timor Leste yang sudah dipastikan tidak lolos sepertinya bermasin setengah hati. Indonesia berhasil menghancurkan skuad U-23 Timor Leste dengan 6 gol dan hanya mampu satu gol saja. dua dari enam gol bagi Indonesia justru merupakan gol bunuh diri pemain Timor Leste.

 

Inbox_  Inbox-12

 

Dadang Alamsyah berhasil menyarangkan satu gol di pertandingan kali ini sekaligus memastikan dirinya menjadi top skor di ajang kualifikasi Piala Asia 2018 karena mampu mencetak 5 gol dari 3 laga. Sementara itu, rekor ini hanya mampu disamai oleh Milad Soltani dari Iran yang mampu mencetak 5 gol dari 4 laga. Berikut statistik kualifikasi Piala Asia 2018.

 

AFC Under-23 Championship Qualifiers_ Stats Player Overview

 

Hasil ini membuat nama Handy Fernandy semakin terkenal diseantero Indonesia. Kali ini ia diincar tiga klub besar untuk dijadikan manajer. Ketiga tim tersebut, antaralain Persebaya, Persija dan Sriwijaya FC.

 

Inbox_  Inbox-7Inbox_  Inbox-16Inbox_  Inbox-18

 

Apakah Handy akan melatih di salah satu klub tersebut atau tetap fokus bersama Timnas Indonesia? Nantikan kisah selanjutnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post