The Silent Killer Named FLAIR

Menyerang dan gol merupakan 2 hal yang sangat dinantikan oleh penonton. Tidak semua penonton. Kalau anda tanyakan kepada semua penonton, mana yang mereka pilih, menang dengan Parkir Bus atau menang dengan gaya menyerang seperti Belanda tahun 1974, saya yakin 75 % atau mungkin 85 % atau lebih mungkin, memilih tim yang mereka dukung untuk menang dan bermain menyerang dengan permainan “indah”, ala Belanda 1974.

Begitu juga bila anda memandang hal ini dalam FM. Anda lihat kan, hampir semua taktik yang dibahas dan dibagikan melalui internet, merupakan taktik menyerang? Ada taktik bertahan. Tapi, berapa jumlahnya. Minoritas, man. Hal ini bisa menjadi gambaran sederhana, betapa menyerang, memainkan sepakbola yang indah, dan menang, merupakan yang paling dicari dalam sepakbola. Termasuk, Football Manager.

Mari kita berbicara soal Football Manager. Untuk menyerang, sebuah tim memerlukan pemain yang punya kombinasi kemampuan (Attribute) menyerang yang bagus. Apa saja itu? Anda bisa sebutkan secara garis besar, Technical Attribute dan beberapa Mental Attribute, yang ditunjang oleh Physical Attribute memadai, dan Fitness Level serta Match Condition yang ideal.

Dalam menyerang, Mental Attribute memegang peranan yang sangat krusial. Tentu harus ditunjang dengan Technical Attribute yang melengkapinya. Bila kita coba telaah Mental Attribute, di sana akan kita temui Anticipation, Creativity, Decision, Flair, dan Off the Ball yang jadi elemen penting. Kita coba definiskan sedikit Attribute-Attribute ini.

* Anticipation merupakan kemampuan membaca permainan. Lini Bertahan dan Lini Serang sama-sama membutuhkan kemampuan ini. Simpelnya, kemampuan meramal ke mana permainan akan berjalan.

* Creativity merupakan kemampuan “melihat” opsi-opsi. Saya lebih senang menyebutnya Vision. Melihat semua opsi yang tidak terlihat oleh rekannya. Apakah opsi Dribble, opsi umpan langsung maupun umpan tidak langsung yang mana harus didahului 1 atau 2 gerakan ppancingan, opsi lakukan shoot, dll.

* Decision, merupakan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan pembacaan permainan dan opsi-opsi yang tersedia. Kualitas Decision juga dipengaruhi oleh Flair.

* Flair, merupakan bakat bawaan yang mendorong seorang pemain untuk melakukan hal-hal spektakuler, hal yang tidak diduga rekan setim maupun lawan, hal yang bisa mengundang decak kagum penonton.

* Off the Ball, merupakan kemampuan gerak tanpa bola. Pergerakan yang dilakukan saat rekan setim on possesion, dengan tujuan untuk menciptakan ruang bagi rekan anda untuk bergerak, menembak, atau mengumpan.

Dalam usaha kita bermain indah, menyerang, dan memenangkan pertarungan, faktor lain yang sangat berpengaruh pada keberhasilan taktik tim kita, adalah, taktik musuh. Bagaimana musuh bermain juga sangat menentukan peluang menang dan peluang anda untuk menampilkan permainan indah.

Strategi sepakbola menyerang dan bermain indah merupakan satu hal yang sangat bertolak belakang dengan strategi bertahan total atau belakangan dikenal dengan nama Parkir Bus. Bila anda lihat Parkir Bus dimainkan, anda akan temui betapa Deep Defensive Block yang diterapkan. Dalam Football Manager salah satu instruksi yang mencerminkan hal ini, adalah, Much Deeper Defensive Line. Apalagi, bila Parkir Bus dibarengi dengan Tackle jenis Get Stuck In.

Taktik keras kepala seperti ini akan membuat mati strategi menyerang. Kenapa? Karena, hampir tidak ada celah di sana. Tidak ada ruang yang disisakan oleh 10 pemain lawan bagi anda untuk bergerak. Akan sempitnya ruang, tidak banyaknya pergerakan kreatif, sedikitnya peluang tembak, memberikan banyak kesulitan bagi pemain anda.

Mereka sudah bisa mengantisipasi apa strategi lawan. Yang tidak jauh dari menumpuk pemain sebanyak mungkin di sekitar Kotak Penalti. Dengan Rigidnya lawan bermain, pemain-pemain anda sudah bisa lakukan Anticipation ke mana mereka akan bergerak. Tetapi, tidak banyak yang bisa dilakukan, karena lawan berhasil menutup gawang mereka dengan sempurna. Tidak banyak opsi tersedia. Dan Off the Ball yang mereka lakukan hanya akan menguras Stamina dan kondisi Mental. Dalam situasi sulit seperti ini, yang dibutuhkan adalah inisiatif. Yang diperlukan adalah sebuah aksi yang tidak diduga. Sebuah aksi yang dapat menghancurkan tembok kokoh parkir Bus.

Di saat-saat seperti inilah, salah satunya, Flair akan menemukan tempatnya. Ya, Flair bisa menjadi penyelamat dalam kondisi Stuck.

Ketika seorang pemain memiliki Flair tinggi (katakan 17-20), secara alami dia memiliki dorongan untuk melakukan hal tak terduga. Secara alami ia memiliki dorongan untuk lakukan aksi yang mengundang decak kagum. Bahkan, hal ini bisa dilakukan dalam situasi tersulit sekalipun. Dalam kondisi terkepung lawan dan hanya memiliki celah sempit dan sulit untuk mengumpan, seorang pemain dengan Flair rendah akan cenderung menahan bola sampai ia lihat opsi yang lebih baik dan Decision memainkan perannya dalam memutuskan. Dan apa yang ia putuskan, kebanyakn merupakan aksi dengan resiko rendah. Pemain "tanpa" Flair bukan pemain bertipe Risk-Taking.

Tapi, berbeda dengan pemain yang memilki Flair tinggi. Anda sering lihat bagaimana Zinedine Zidane melepas umpan diagonal bertinggi separuh badan orang dewasa, berjarak 35-40 meter, yang membelah pertahanan musuh? Anda lihat bagaimana Diego maradona memberikan umpan pada Claudio Caniggia dalam partai Brazil vs Argentina di Piala Dunia 1990, dalam kepungan 3 pemain Brazil? Itulah kerja Flair. Memicu aksi spektakuler yang tidak diduga lawan. Pemain yang "memiliki" Flair merupakan mereka yang Risk-Taker.

Flair bisa menjadi Pembunuh Berdara Dingin. Sebuah Attribute yang merupakan bawaan alami, yang mampu menghancurkan rencana lawan anda dalam sekejap. Flair mampu membunuh dalam waktu singkat dalam kondisi yang tidak diduga. Flair adalah Pembunuh dalam Sepi yang sangat berbahaya.

Jadi, apakah Flair merupakan aspek yang sangat penting dan harus anda miliki dalam diri pemain anda? Bisa ya, bisa tidak.

Kenapa? Pertama, dalam pandangan pribadi, saya merupakan seseorang yang tidak menempatkan Flair lebih penting daripada, katakanlah, 4 Mental Attribute yang saya sebutkan di atas. Tanpa banyak pemain dengan Flair tinggi, saya banyak meraih sukses dalam save saya di Football Manager 2014. Namun, saya yakin, kalau saya memiliki lebih banyak pemain dengan Flair tinggi, saya yakin, kualitas estetis permainan tim akan mencapai level yang lebih tinggi. Bahkan mungkin, saya akan meraih lebih banyak Gol. Mungkin.

Ke-dua, Bagi saya, Flair bisa menjadi penting dalam kondisi di mana ada keadaan yang memicu Flair bekerja serta ada kombinasi seimbang antara Flair dengan Attribute lain, seperti Creativity, Decision, dan Technical Attribute.

Flair yang dibarengi dengan kombinasi seimbang pada Attribute lain, akan menjadi senjata mematikan secara konsisten. Flair yang dibarengi dengan kondisi seimbang pada Attribute lain, akan menjadi Pembunuh Berdarah Dingin yang bergerak secepat suara.

Tetapi, Flair yang tanpa kombinasi seimbang dengan Attribute lain, akan menjadi senjata makan tuan. Flair tanpa kombinasi seimbang dengan Attribute lain, akan menjadi pembunuh bagi tuannya sendiri. Flair akan menggerogoti anda dari dalam.

Ikan Barracuda merupakan yang salah satu yang tercepat di lautan, bila anda berpikir anda bisa menjinakkannya, anda salah. Flair yang memiliki skor tinggi, tanpa dibarengi skor tinggi pada Attribute lain, ia akan menjadi Barracuda yang tidak dapat dijinakkan, bergerak cepat, dan melukai anda tanpa anda sempat bereaksi sama sekali.

Dalam save terbaru saya, Football Manager 2014, TSV 1860 Munich, saya memiliki pemain dengan Flair 17, Creativity 11, Decision 7, Technique 13. Lepas dari Hidden Attribute yang dimilikinya, berkali-kali dalam pertandingan, ia merusak bentuk permainan dengan lakukan Long Shot yang sangat prematur. Long Shot yang sangat tidak diperlukan, dari titik dan jarak yang “tidak masuk akal”. Setiap kali ia bermain, setiap kali itu pula jumlah Long Shot saya meningkat. Dan, yang paling "tidak benar", adalah, timingnya saat lakukan Long Shot. Long Shot boleh-boleh saja, asalkan logis dilakukan. Tapi, kalau ngawur, saya juga akan ngawur memperlakukan dirinya dalam skuad saya ;) :)

Sekali waktu aksinya membuahkan hasil. Namun, kebanyakan, aksinya berakhir dengan rusaknya bentuk permainan yang saya rencanakan tanpa memberikan hasil positif.

Analoginya, 1 atau 2 buah ranum mampu dihasilkannya tapi 1 atau 2 buah ranum tersebut berada di antara puluhan bahkan ratusan buah busuk yang berbuah darinya, saya bisa katakan, ini merupakan hasil tani yang gagal. Pelan tapi pasti ia hanya akan menggerogoti Profit anda, menghabiskan Modal Disetor, dan membunuh bisnis pertanian anda. Pilihannya ada dua, perbaiki atau tebang!!

Itulah Flair

Di satu sisi ia bisa menjadi senjata pembunuh otomatis yang akurat dalam Lini Serang. Ia bisa keluar, melompat, dan menerkam lawan dalam waktu yang sangat singkat, seperti Cheetah di daratan, Elang di malam hari, atau Barracuda di dalamnya lautan. Saya sudah mengalaminya sendiri. Dan, mendapat banyak keuntungan darinya.

Tapi, di sisi lain, Flair juga akan menerkam anda seperti apa yang dilakukan Cheetah, Elang, atau Barracuda, bila pemain anda tidak memiliki keseimbangan Attribute yang ideal untuk mendampingi Flair. Saya juga alami hal ini dalam save TSV 1860 Munich saya. terkait skor Flair yang tinggi, pastikan si pemain juga memiliki Creativity, Decision, Technique, Long Shot atau Passing yang bagus dalam menyeimbangkan diri dengan kehadiran Flair.

Saya mungkin terlalu berlebihan dalam mendeskripsikan keuntungan dan bahayanya Flair, baik bagi tim lawan maupun bagi anda. Saya hanya berusaha menjelaskan interpretasi saya terhadap Flair. Toh, bila menurut anda, anda memiliki interpretasi atau deskripsi yang lebih tepat akan Flair, saya yakin, itu semua akan berujung sama dengan apa yang saya coba sampaikan di sini.

Yaitu, Flair bisa menjadi Silent Killer. Baik bagi lawan anda, maupun anda sendiri.


Ryantank100,

2 Comments

  1. Flair.

    saya baru memulai game baru (New Game). saya biasa menggunakan chelsea. salah satu pemain yang kurang menonjol (baca: sudah masuk transfer/loan list secara otomatis) adalah Marin. dari dulu setiap new game pasti saya jual. entah dengan harga berapa saja. bahkan kurang dari setengah value dia.

    tapi. saya coba. dalam pre-season saya mainkan terus dengan sayap sebagai tumpuan utama dalam taktik. artinya Marin menjadi salah satu pemain yang (harus) berpengartuh dalam tim.

    dan hasilnya. brilian. flair. his flair is awesome. keseimbangan flair Marin ada pada dribbling. bahkan kini saya lebih memilih memasang Marin daripada pemain sekelas Willian yang memiliki atribut lebih menarik daripada Marin.

    ReplyDelete
  2. Flair bisa jadi sangat mematikan, bro. Dan di sini uniknya Flair. Gak banyak yang menyadari Flair bisa jadi senjata buat taktik menyerang. Saya punya satau pemain dalam save yg lain, Marco Verratti. Flairnya 19. Sering kali Verratti lakukan long shot atau umpan2 jauh yang tepat sasaran. Baru kemarin malam Verratti buat 1 gol voli dari luar kotak penalti.

    Dari highlight kliatan jelas, dari awal Verrati bergerak naik sampai putuskan untuk voli first time dari jarak -+ 18 meter, perlihatkan berbagai kombinasi Attribute, mulai dari Anticipation, Creativity, Flair itu sendiri, Technique, sampai Long Shot. Dan "tanpa" Flair, saya yakin yang akan dilakukan Verratti adalah kontrol bola dengan dada, lalu, mengambil putusan (Decision) dengan resiko terendah, berdasarkan opsi-ops yang dia lihat (Creativity).

    Flair bisa membunuh dlm wkt singkat. Sekejap. Menghemat waktu dan tenaga, dalam usaha membobol gawang lawan. Bila pd momen itu Verratti mrpkn pemain "tanpa" Flair, bisa jadi butuh waktu 15, 20, 30, atau 1 menit lagi (mungkin) utk membobol gawang lawan. Bahkan mungkin, tidak akan ada gol saat itu. #salamFM#. Thanks for reading, brad ;)

    ReplyDelete

Post a Comment

Previous Post Next Post